Motor Listrik vs Bensin untuk Ngojol, Mana Lebih Untung?
JAKARTA – Tren transportasi hijau kini mulai merambah dunia ojek online (ojol). Kehadiran motor listrik (EV) di jalanan ibu kota menjadi pemandangan yang makin lumrah berdampingan dengan motor bensin (ICE) yang sudah lama mendominasi. Bagi para driver, memilih armada bukan sekadar soal gaya, melainkan tentang kalkulasi keuntungan harian yang masuk ke dompet.
Namun, mana yang sebenarnya lebih memberikan untung untuk operasional harian? Berikut adalah perbandingan objektif antara motor bensin dan motor listrik dilihat dari sisi biaya dan efisiensi:
1. Adu Irit: Biaya “Bahan Bakar”
- Motor Listrik: Secara hitung-hitungan, biaya pengisian daya listrik atau skema tukar baterai (swap battery) umumnya lebih murah dibandingkan harga BBM per liter. Untuk jarak tempuh yang sama, pengeluaran “energi” motor listrik bisa menghemat kantong lebih dalam, sehingga sisa hasil narik bisa lebih utuh.
- Motor Bensin: Biaya operasional sangat bergantung pada fluktuasi harga BBM. Namun, motor bensin menawarkan efisiensi waktu. Mengisi bensin hanya hitungan menit, artinya lebih banyak waktu untuk stand-by menjemput orderan (on-bid) tanpa perlu pusing mencari titik charging.
2. Biaya Rawat: Servis Berkala
- Motor Listrik: Menang telak di sisi ini karena komponen mesin yang sangat sedikit. Tidak ada urusan ganti oli mesin, busi, atau vanbelt sesering motor biasa. Perawatan rutin cenderung lebih simpel dan murah, yang berarti biaya maintenance bulanan bisa dialihkan untuk keperluan keluarga.
- Motor Bensin: Memerlukan servis rutin yang disiplin seperti ganti oli, filter udara, hingga perawatan CVT. Meski begitu, keunggulannya adalah kemudahan servis; jika ada kendala di jalan, hampir semua bengkel pinggir jalan bisa menanganinya dengan cepat.
3. Jangkauan Orderan dan Fleksibilitas
- Motor Listrik: Sangat menguntungkan untuk driver yang bermain di rute pendek atau menengah dalam kota dengan infrastruktur penukaran baterai yang sudah tersebar luas.
- Motor Bensin: Tetap menjadi “raja” untuk orderan jarak jauh (intercity) atau rute yang medannya naik-turun tajam. Selama ada SPBU, motor bensin siap dibawa menempuh perjalanan tanpa rasa khawatir kehabisan daya di tengah jalan.
Kesimpulan: Mana yang Lebih Untung?
Keuntungan motor listrik terletak pada biaya harian yang rendah, sangat cocok untuk pejuang rute kota yang ingin meminimalisir pengeluaran rutin. Sementara motor bensin memberikan keuntungan di sisi fleksibilitas dan kecepatan kerja, cocok untuk Anda yang tidak mau dibatasi oleh jarak tempuh.
Ingin Punya Motor Tanpa Ribet? PT Satu Kosong Tujuh Solusinya!
Apapun pilihan Anda, baik ketangguhan motor bensin seperti Honda Beat maupun efisiensi motor listrik di masa depan, yang terpenting adalah memiliki unit yang prima.
Bagi rekan-rekan mitra ojol di Jabodetabek yang belum memiliki unit atau ingin punya motor sendiri dengan sistem yang adil, PT Satu Kosong Tujuh hadir memberikan solusi melalui program Kemitraan Sewa-Kepemilikan. Modal admin cuma 250 ribu, motor bisa jadi milik pribadi!
Segera hubungi admin kami untuk pendaftaran:
👉 WhatsApp: +62 851-8304-5263


2 thoughts on “Motor Listrik vs Bensin untuk Ngojol, Mana Lebih Untung?”